September 23, 2021

Rehabilitasi Gangguan Tulang Belakang yang Perlu Diketahui

Kata skoliosis berasal dari skolios (bahasa Yunani), memiliki makna bengkok. Skoliosis merupakan suatu keadaan berupa kelainan pada tulang belakang berupa lengkungan ke lateral atau samping, dengan atau tanpa rotasi vertebrata. Pada kelainan ini, tulang belakang akan membentuk huruf S atau C jika dilihat dari belakang. Kelainan ini dapat diperbaikin dengan melakukan scoliosis rehab, salah satunya pada https://scoliosiscare.id/rehabilitasi/ yang berada di Jakarta.

Skoliosis sendiri terdiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni struktural (cenderung menetap) dan fungsional (bisa diperbaiki). Sementara itu, Sementara itu, pada 15%-20% kasus skoliosis, tidak diketahui enyebab awalnya. Sedangkan pada kasus struktural, sebanyak 80% tidak diketahui penyebabnya (idiopatik), yang biasanya ditemukan pada remaja atau anak-anak.

Gejala, Cara Diagnosis, dan Tata Pelaksanaan Rehabilitasi Medis

  • Gejala

Gejala yang sering ditemukan pada penderita skoliosis adalah munculnya suatu lekukan abnormal pada tulang belakang. Kemudian kepala terlihat bergeser dari tengah, serta salah satu sisi pinggul/ pundak menjadi lebih tinggi dibandingkan sisi berlawanan.

Adapun masalah yang bisa timbul akibat dari skoliosis yaitu nyeri, penurunan kualitas hidup dan disabilitas, deformitas yang mengganggu secara kosmetik, masalah paru, hambatan fungsional, gangguan psikologis, dan kemungkinan terjadinya progresivitas ketika dewasa. 

  • Cara Mendiagnosis

Diagnosis skoliosis dilakukan melalui cara pemeriksaan fisik, anamnesis, serta pemeriksaan penunjang. Pasien akan diminta untuk berdiri serta membungkuk, tujuannya untuk dilakukan evaluasi mengenai derajat dan bentuk kurva yang telah terbentuk pada berbagai posisi tubuh.

Skoliometer dapat dipakai untuk melakukan pengukuran sudut kurvatura tanpa adanya foto radiografi. Pemeriksaan radiografi pun dilaksanakan untuk mengukur sudut kurvatura skoliosis, yaitu sudut Cobb.

Kurva skoliosis bisa dikatakan ringan jika sudutnya terbentuk kurang dari 25º, sedang jika 25º hingga 40º, serta berat apabila lebih besar dari 45º.

  • Terapi dalam Rehabilitasi Skoliosis

Terapi skoliosis mempunyai tujuan untuk menjaga supaya kurvatura dapat tetap terkontrol selama pertumbuhannya. Terapi ini bisa berupa observasi atau pengamatan, rehabilitasi (pemberian brace/ orthosis, modalitas, dan latihan), atau terapi invasif misalnya seperti operasi.

  • Observasi

Observasi biasanya dilakukan pada pasien skoliosis dengan lengkungan   sudut <25º pada pasien dalam masa-masa pertumbuhan, serta kurva sebesar <50º bagi pasien yang telah habis masa pertumbuhannya. Observasi biasanya akan dilakukan pada setiap 6 hingga 9 bulan untuk pasien dengan kurvatura <20ºSedangkan pasien dengan kurvatura >20º akan dilakukan pemeriksaan setiap 4 hingga 6 bulan.

  • Rehabilitasi

Ada beberapa jenis rehabilitasi yang dapat dilakukan oleh penderita, salah satunya adalah penggunaan brace atau korset penyangga. Brace direkomendasikan penggunaannya pada pasien dengan kurva skoliosis mencapai lebih dari 20º (dalam masa pertumbuhan), serta progresivitas 5º hingga 10º dalam periode/kurun waktu 6 bulan. Pemilihan jenis brace yang disarankan akan diberikan berdasarkan indikasi pada skoliosisnya.

Selain itu, modalitas anti nyeri bisa diberikan kepada pasien tujuannya untuk mengurangi rasa nyeri punggung. Latihan pun juga dapat dilakukan, tujuan dilakukannya adalah mencegah mengurangi proses ekstra spinal dan morbiditas sekunder.

  • Operasi

Operasi adalah salah satu langkah yang bisa dikatakan sebagai jalan terakhir dari pengobatan skoliosis jika lengkungan kurva sudah sangat tinggi, serta tidak bisa diatasi dengan terapi lainnya.

Penanganan skoliosis secara tepat penting dilakukan agar kualitas penderita tetap terjaga dan menghindari dampak lain yang berbahaya bagi kesehatan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *