Total kurban warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mencapai sekitar Rp 400 miliar, meskipun saat ini tengah diguncang pandemi virus corona (Covid 19). Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Ibnu Anwar Chairuddin. “Angka ini naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Ibnu Anwar Chairuddin dalam keterangannya, Minggu (2/7/2020).

Ibnu menyebut pada kurban tahun 2020, menurut data yang dihimpun DPP LDII di seluruh Indonesia atau 34 provinsi jumlah kurban warga LDII yakni 20.848 sapi, 18.556 kambing, dan 20 kerbau. Menurut Ibnu, DPP LDII hanya menghimpun data jumlah kurban, bukan menghitung nilai ekonomisnya. Meskipun DPP LDII tak menyebut angka, dari reportase di lapangan, bila harga rata rata seekor sapi Rp 20 juta, kambing Rp 2,5 juta, dan kerbau Rp 30 juta, nilai kurban warga LDII di seluruh Indonesia bisa mencapai Rp 464 miliar.

Kenaikan ini bagi DPP LDII juga cukup menggembirakan, pasalnya gairah melaksanakan ibadah kurban masih sangat tinggi meskipun dilanda wabah virus corona mengakibatkan perlambatan gerak ekonomi secara nasional. Warga LDII di seluruh Indonesia merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban pada 31 Juli 2020. Ibnu mengatakan semangat warga LDII untuk mencari keutamaan ibadah kurban yang membuat mereka berlomba lomba untuk dapat memperoleh pahala di bulan Dzulhijjah ini.

“Pertama, warga LDII sangat termotivasi dengan nilai ibadah dari kurban. Setiap pengajian, para ulama dan juru dakwah mengingatkan sejarah kurban, pahala, dan manfaatnya,” ujar Ibnu. Soal ibadah, kurban merupakan perintah Allah dalam Surat Al Kautsar. Ibnu menjelaskan dari sisi sejarah, kurban merupakan keikhalasan, ketaatan, dan tawakal yang tinggi dari Nabi Ibrahim ketika diperintah menyembelih putranya, Nabi Ismail.

Sedangkan dari sisi pahala dijelaskannya mengutip sebuah hadist shohih bahwa seluruh bulu pada hewan kurban, baik bulu halus dan kasar, dihitung satu pahala. “Motivasi dari para ulama itulah yang membuat warga LDII berlomba lomba dalam kebaikan,” ujar Ibnu Anwar. Ibnu berujar warga LDII terbiasa membuat tabungan kurban agar bisa berkurban setiap tahun, apapun kondisinya.