6 Alasan Harga Beras Merah Lebih Mahal dari Beras Putih

Rentang perbedaan harga beras merah dengan harga putih terpaut sangat jauh. Selisih harga di antara kedua jenis beras tersebut sekitaran Rp.19.000 hingga Rp.27.000. Harga sekilo beras merah dapat digunakan membeli kurang lebih 2-3 kg beras putih. Tersedia berbagai kemasan harga beras 2,5 kg -50 kg. Berikut alasan harga beras merah lebih mahal dari beras putih!

  1. Kandungan Beras Merah

Zaman dahulu beras merah  dihargai sangat murah, harganya lebih jatuh daripada beras putih. Bahkan, beras merah jaman dulunya dikonsumsi oleh kaum miskin dikarenakan harganya yang murah. Harga beras merah tinggi, salah satu penyebabnya saat para ilmuwan mulai meneliti kandungan dari beras merah. Banyak kandungan dan memiliki banyak khasiat di  dalamnya.

Memiliki kandungan kalori yang rendah, sehingga baik dikonsumsi untuk orang yang sedang diet atau orang obesitas. Terkandung banyak mineral seperti seng, tembaga, niasin dan mineral lainnya. Orang yang memakan nasi merah cenderung dapat menahan lapar karena nasi merah mengandung asam lektin yang membantu memperlambat pencernaan.

Nasi merah yang dicerna lambat ini menyebabkan glukosa yang diproduksi berjumlah sedikit. Sehingga orang yang memakan beras merah tidak akan banyak menimbun glukosa dalam tubuhnya. Timbunan glukosa ini dapat menjadi lemak yang mengakibatkan berat badan tubuh semakin naik. Maka dari itu, banyak orang dengan program diet memilih nasi merah.

  1. Stok yang Terbatas

Banyak kandungan  gizi di dalamnya ini memang memberikan banyak khasiat, namun nasi merah tidak memiliki cita rasa seenak nasi putih. Bahkan tampilan nasi merah setelah dimasak ini cenderung tidak menarik dan tidak menggugah selera. Nasi putih menjadi pilihan tetap bagi masyarakat Indonesia.

Kondisi ini secara tidak langsung membuat nasi merah jarang dibeli dan menyebabkan tak semua pasar memiliki beras jenis ini. Stoknya yang mulai menurun ini menyebabkan orang yang mengonsumsi nasi merah menjadi susah mencarinya. Sehingga pasar yang memiliki beras jenis ini berani menjual dengan harga tinggi karena sangat  dibutuhkan.

  1. Tren Pasar

Tren pasar juga mempengaruhi harga beras merah. Gaya hidup masyarakat jaga pola hidup sehat dengan memilih beras merah sebagai makanan pokok. Berani membeli beras merah meskipun dengan harga mahal, karena menurutnya, hidup sehat adalah satu-satunya. Selain itu, beberapa masyarakat Indonesia menyukai hal-hal berbau kemewahan sebagai identitas diri.

  1. Masa Panen yang Lama

Tak seperti padi penghasil beras putih yang dapat dipanen hanya dalam hitungan bulan. Beras merah membutuhkan waktu tahunan untuk memanennya. Tak hanya panen yang lama, padi dari beras merah juga membutuhkan perawatan yang khusus serta lebih rutin.

  1. Dapat Disimpan Jangka Panjang

Berbeda dari beras putih yang hanya disimpan beberapa bulan dapat menurunkan kualitas beras. Beras merah lebih tahan lama saat disimpan dan kualitas beras tidak menurun signifikan. Nasi yang dihasilkan pun tetap memiliki nilai gizi yang  sama serta memiliki tekstur yang sama. Penyimpanan yang  awet ini juga salah satu faktor beras merah menjadi mahal di pasaran.

  1. Komoditas Impor

Alasan terakhir beras merah menjadi mahal karena salah satunya beras kaya akan gizi ini ada yang merupakan komoditas impor. Tentunya harga impor dan lokal memiliki rentang perbedaan yang lumayan banyak. Hal ini karena komoditas impor membutuhkan proses yang rumit. Selain itu, untuk masuk Indonesia pun terdapat  proses khusus lagi sebelum diedarkan di pasaran.

Itulah keenam alasan harga merah memiliki harga yang  tinggi dibanding beras putih. Anda yang menjadikan beras merah sebagai makanan pokok selingan, bisa membeli dengan kemasan harga beras 2,5 kg dalam sekali beli. Cara ini tidak akan memberatkan Anda dan dapat menghemat lebih lama karena beras merah dapat disimpan lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *